Selasa, 09 Oktober 2012 By: ISMKMI WILAYAH 3
MASYARAKAT ANTI WORLD TOBACCO ASIA TOLAK WTA di JAKARTA

Keberadaan rokok di Indonesia terbilang tinggi. Konsumen rokok di Indonesia jadi target pasar potensial bagi produsen rokok. Karena itu pula, Indonesia telah dua kali menjadi tuan rumah World Tobacco Asia (WTA), 2010 dan 2012. 

Setelah terjadi penolakan WTA di berbagai kota-kota besar seperti Bali, Surabaya, Malang, bandung, Medan, Makassar, Banten, Lampung, Palembang, Kaltim, Manado & papua menyatakan penolakannya. Puncaknya pada hari ini Koalisi Masyarakat Anti Wolrd Tobacco Asia (MATA) Indonesia mengadakan aksi guna menolak keras penyelenggaraan Pameran World Tobacco Asia 2012 yang diadakan di Jakarta.

"Oleh karena itu kami menganggap bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang melecehkan kedaulatan Negara Republik Indonesia dalam mengusahakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Penyelenggaraan kegiatan WTA 2012 di Jakarta sekaligus menegaskan bahwa industri rokok internasional menargetkan rakyat Indonesia sebagai obyek bisnis demi kepentingan profit semata tanpa memikirkan kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia", papar Tubagus haryo Karbyanto, selaku koordinator MATA, dalam rilisnya yang diterima pewarta, Jakarta, Rabu (19/09).

Di tengah-tengah konsumsi rokok yang tinggi, 67% laki-laki di Indonesia dinyatakan sebagai perokok, Indonesia belum juga ikut ambil bagian dalam konvensi pengendalian tembakau internasional (Framework Convention on Tobacco Control).

Rencananya, WTA ini akan diadakan dari 19 sampai 21 September. WTA menyatakan dalam situs resminya bahwa Indonesia merupakan Negara yang RAMAH dengan ROKOK.(bhc/frd)  

source : beritahukum.com

0 komentar:

Poskan Komentar