Jumat, 29 Juni 2012 By: ISMKMI WILAYAH 3

Wujudkan Generasi Muda Bebas NARKOBA

(Refleksi Peringatan Hari Tanpa Narkoba)

 

Kasus pengedar bahkan pengguna narkoba sudah tidak asing kita jumpai di bangsa Indonesia. Beberapa media banyak mengexposes mengenai artis-artis yang terjerat hukum karena penggunaan narkoba, bahkan yang lebih heboh lagi beberapa pelajar dan juga mahasiswa juga ikut terekspose gara-gara pesta dan jual-beli narkoba. Begitu banyak kasus narkoba di negeri ini teteapi sampai sekarang kasusu ini masih saja meningkat.

 Maraknya peredaran narkoba di Indonesia kini bukan saja menghantui kalangan menengah keatas, tetapi juga telah merangsek masuk ke strata terbawah. Artinya kejahatan narkoba di Indonesia bisa dikatakan sukses "MEMASARKAN" dirinya ke setiap lapisan masyarakat. Kita pernah mendengar artis papan atas sepertai Roy Marten, pedangdut Imam S. Arifin, Seila Marcia, dan sederet artis lainnya terjerat dan terlibat kasus oknsumsi narkoba. Kita juga belum lupa dengan beberapa pejabat publik yang juga tersangkut permasalahan yang sama seperti para anggota dewan (DPRD) di Labuhan Ratu.Dan yang terbaru adalah kasus yang menjerat ayah dari artis Julia Perez.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat 2-3 juta penduduk Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara terlibat penyalah gunaan Narkotika. Catatan BNN menyebutkan prevalensi penyalah gunaan narkoba terus meningkat. Pada tahun lalu diperkirakan angka prevalensi naik 2,21% menjadi sekitar 3,8 juta orang, dan ini tentu jumlah yang tidak sedikit. Bahkan jika di konversikan ke kursi legislatif, jumlah 3,8 juta orang ini melampaui parliamentary threshold (Ambang Batas Parlemen) yang dapat membentuk 1 fraksi di DPR RI.

Virus Narkoba ini sungguh sangat mengerikan, apalagi sasarna atau jumlah pengguna narkoba diduduki oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Bayangkan saja generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet kelanjtuan Negara ini adalah mereka. Jika mereka hancur di tangan narkoba, APA kabarnya bangsa ini??? bisa-bisa bangsa ini hancur hanya karena "Narkoba". Narkoba sendiri merupakan zat adiktif yang dapat mempengaruhi kinerja sistem syaraf pusat dan dapat mengakibatkan kecanduan. narkoba merupakan zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi, seperti perasan, fikiran, suasana hati, serta perilaku, jika masuk ketubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

Penggunaan narkoba dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan. Pemakai  narkoba akan merasakan halusinasi sehingga membuat seseorang menjadi nyaman dan tidak sadar. Juga dapat mengganggu sistem syaraf karena zat yang ada di narkoba memaksa otak untuk bekerja dan menyebabkan pengguna narkoba merasa senang. selain itu narkoba juga dapat mengganggu kinerja jantung, gangguan pada paru-paru, kerusakan otak, turunnya nafsu makan, bahkan mudah terserang penyakit menular.

Jadi, narkoba lebih baik dihindari karena lebih banyak kerugiannya, dari pada keuntungannya buat kesehatan dan masa depan. Janganlah kita membuang waktu hidup ini hanya untuk diisi dengan hal-hal yang tidak selayaknya kita lakukan. sebagai penerus bangsa ini, kita berkewajiban penuh untuk menjaga generasi bangsa agar jauh dari yang namanya narkoba yang sudah tentu jika disalah gunakan, dapat merusak masa depan kita sendiri dan juga merusak masa depan Bangsa ini. kalau bukan kita, siapa lagi yang akan turun guna memerangi penyalah gunaan Narkoba??? Yes! I say and I do it! "NO! to Drugs!"

0 komentar:

Poskan Komentar